Minggu, 31 Maret 2013

Cerita Jogja #2 Wisata Murah sambil Ngadem Asik di Trans Jogja

 

Shelter sederhana Trans Jogja, di Jalan Gejayan
Kota Jogja mungkin sudah kehilangan sebagian alat transportasi khasnya. Tapi sejak enam tahun terakhir, Jogja punya alat transportasi lain, yang lebih murah, yang lebih massal, yang juga lebih adem. Apalagi kalau bukan namanya Trans Jogja..
 Inilah transportasi massal yang kini dipakai oleh warga Jogja dan juga para pelancong irit alias backpacker, saat ingin pergi ke satu tempat di Jogja. Pasalnya, selain murah, Trans Jogja juga mencakup hampir semua wilayah di Jogja, dan juga tidak sepadat Trans Jakarta.
Kondektur siap informasi
 "Di sini angkutan umumnya cuma ada bus, Trans, ojeg, sama taksi, mba.." Begitulah pengakuan salah seorang pengguna Trans Jogja, menjawab pertanyaan saya seputar angkutan umum.
 Buat saya, mengoperasikan Trans Jogja dan meniadakan angkot itu solusi cerdas pemerintahnya. Bisa dibayangkan jika angkot turut beroperasi, sementara populasi motor di kota yang lebar jalannya, tidak lebih lebar dari jalan-jalan di komplek perumahan itu, turut mengerahkan sejumlah armada angkot. Pasti macetnya bakal lebih kejam dari Ibu Kota.
 Menggunakan Trans Jogja, bagi saya juga sangat menyenangkan. Sambil jalan-jalan keliling Jogja yang panasnya menyengat, saya bisa sekaligus mendinginkan badan. Ketimbang harus mengeluarkan uang hingga puluhan ribu untuk membayar taksi, lebih baik jalan-jalan irit dengan hanya mengeluarkan ongkos Rp 3.000 saja.

 Terlebih para penjaga shelter nya yang siap menerangkan kode-kode Trans Jogja serta arah tujuannya, dengan lugas dan tentunya ramah seperti biasanya. Jadi ketika saya ditanya harus memilih naik Trans di Jogja atau di Jakarta, saya pasti akan menjawab cepat Trans Jogja.
Kondisi Trans Jogja  sehari-hari
 Armada Trans Jogja pun tak sebanyak Trans Jakarta, karena kotanya pun tidak sebesar Jakarta.
 Ada enam koridor Trans Jogja yang dioperasikan sejak pukul 06.00 pagi sampai pukul 21.00 malam. Ada tiga jalur Trans Jogja yang beroperasi, yaitu IA, IIA, dan IIIA. Masing-masing jalur memiliki sekitar delapan bus, yang ukurannya sedikit lebih besar dari mini bus.
 Cukup lumayan kan transportasi umum ini? Selain bisa keliling-keliling Kota Jogja dengan ongkos hemat, kita juga bisa sekalian 'ngadem'. Karena jarak shelter satu dan lainnya lumayan jauh juga, dan akan terasa makin jauh saat menempuhnya dengan jalan kaki di bawah terik matahari.
 Meskipun begitu, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan ketika berniat naik Trans Jogja. Buat para perempuan, sebaiknya hindari memakai rok span super ketat, karena langkah yang dibutuhkan antara shelter dan pintu bus, lumayan lebar. Akan jadi tontonan menarik jika saltum (salah kostum) saat naik Trans Jogja ini.
 Selain itu, sepatu nyaman juga wajib digunakan. Karena tidak selamanya kita langsung mendapatkan tempat duduk nyaman. Ketika tempat duduk penuh, tentu saja kita wajib berdiri dengan tangan bergelantungan. Apa jadinya jika sepatu yang dipakai kurang nyaman? Dan bagi yang tidak tahan sama udara panas, sebaiknya sedia kipas. Kipas ini adalah senjata wajib yang bisa dikeluarkan saat menunggu Trans Jogja di shelter. Karena tidak semua shelter memasang kipas angin untuk memanjakan para calon penumpang.
 Nah, sekarang pilih mana? Wisata murah meriah dengan Trans Jogja atau jalan-jalan mahal di Jogja dengan taksi? Selamat berlibur..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar